- Tuhan itu sudah memberikan petunjuk jalan kebenaran. Ujung perjalannya adalah sebuah kemenangan yang besar dunia-akhirat. Sebesar apapun gelombang ujian yang datang tak akan pernah mengubah hasil akhir andaikata selalu berpegang pada tali kebenaran, KEMENANGAN akan menjadi milik kita.
- Latilah dirimu untuk menyikapi segala macam bentuk respon dari siapapun atas sikap yang telah kita perbuat, baik yang berupa perkataan ataupun perbuatan dengan cara-cara yang ihsan menurut apa yang diperintahkan Tuhan. Baik buruknya respon tidak akan mengurangi nilai kebaikan dari sikap mulia kita.
- Jangan pernah memperlakukan Tuhan seperti mitra dagang. Saat kita merasa telah banyak beribadah maka selayaknya Tuhan memberikan imbalan atas semua ibadah yang kita lakukan itu dan menolak ujian penderitaan dari Tuhan karena merasa tidak selayaknya penderitaan itu datang kerana sudah banyaknya ibadah yang dilakukan.
- Menikah itu adalah sedekah, maka jangan pernah banyak berharap untuk dicintai oleh pasangan tapi fokuslah untuk memberi sebanyak-banyaknya cinta karena dirimu ingin membahagiakannya. Terutama agar ia bisa menjadi seorang hamba yang mencintai Tuhannya.
- Goresan hitam mungkin sudah menghiasi lembaran-lembaran perjalanan hidup. Tak ada perbuatan sekecil apapun kecuali ada balasannya. Perbuatan baik dibalas dengan kebaikan dan sebaliknya perbuatan buruk akan dibalas dengan keburukan. Maka bersabarlah dengan segalah penderitaan karena itu mungkin adalah akibat dari perbuatan buruk masa lalu kita. Terimalah dengan hati yang lapang.
nasehat untuk diri
untuk bidadari ku..^_^
Cinta selalu menghadirkan sejuta puisi kebahagiaan.
Tak pernah ada lukisan yang bertemakan keluhan karena semua goresan adalah goresan pengorbanan.
Tidak sekedar pelukan hangat yang tersaji tetapi sebuah pohon kasih sayang yang selalu penuh dengan buah ketulusan untuk memberi yang terbaik.
Dan istriku menghadirkan itu semua untuk ku.
Terimakasih sayang, semoga engkau menjadi bidadari di surgaNYA kelak.
Cinta menghadirkan sejuta puisi kebahagiaan.

futur
Saat kuliah, Alhamdulillah, ALLAH ngasih nikmat yang luar biasa. Salah satunya adalah punya sahabat-sahabat yang baik. Kalau boleh ku katakan : bersama merekalah saya mengenal sebuah arti persahabatan. Saya banyak belajar dari mereka. Senang rasanya punya sahabat-sahabat seperti mereka.
Suatu saat, setelah hampir dua tahun lulus kuliah, dengan berbagai macam episode kehidupan yang dijalani, kondisi imanku pada kondisi benar-benar hancur. Waktu itu saya serasa tak lagi mengenal diri sendiri…terlalu banyak yang berubah. Banyak sekali. Dan entah kenapa tiba-tiba saja ada persaan takut yang hadir. Takut kalau-kalau sahabat-sahabatku mungkin tak bisa menerima kondisiku dengan kehidupan yang saat itu sangat berantakan dan mungkin mereka akan menjauhiku. “Mungkin saya akan kehilangan sahabat-sahabat ku waktu kuliah dulu”..itu yang ku pikirkan. Singkat cerita terkirimlah email permintaan maaf dari ku ke sahabat-sahabat ku lewat milis kelas. Isinya :
Berdasarkan beberapa pertimbangan. walaupun rasa-rasanya sedikit kelihatan aneh.
Dengan ini saya wendi gunawan ingin memohon maaf lahir & batin kalau selama kebersamaan kita ada yang pernah tersakiti baik disengaja ataupun tidak.
Dan saya juga memohon dengan sangat kepada sabahat-sahabat untuk mau mengikhlaskannya.Kalau ada hutang yang belum saya lunasi tolong saya diingatkan.
Ada beberapa reply dari teman-teman waktu itu. Diantaranya bertanya kenapa isi email seperti diatas. Dan sayapun menjawabnya :
Semua orang ingin sekali menjadi orang yang lebih baik dalam kehidupan yang dijalaninya, begitupun saya. Banyak hal yang sudah diketahui melalui ceramah-ceramah,baca buku,nasehat dari orang lain ataupun dalam bentuk yang lainnya untuk menuju ke arah perbaikan itu. Namun terkadang ilmu yang sudah banyak diketahui itu bisa menjadi sebuah “penjara” tersendiri karena ketidak mampuan untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Bukan kerana tidak mampu tapi tidak pernah mencoba itulah yang menjadi masalahnya. Lalu pertanyaannya kapan harus memulai langkah pertama itu sedangkan umur kian bertambah ??? Dan sekarang teman mu ini sedang belajar untuk mejalani kehidupannya dengan lebih baik.
Saya tidak tahu seberapa lama saya akan konsisten dengan semua perkataan saya ini.
Mungkin suatu saat saya akan jatuh lagi, dan saat jatuh itu sejujurnya saya sangat berharap kepada teman-teman semua untuk melihat saya sebagai orang yang sedang belajar “berjalan” untuk terus menjadi lebih baik bukan seseorang yang tidak konsisten dengan perkataannya (baca :perkataan tidak sesuai perbuatan).
Mudah-mudahan ini bisa menjawab pertanyaan sebagian dari teman-teman.
Doa ku untuk kesuksesan teman-teman.
wassalam.
Kenapa bunyi emailnya seperti diatas ? Saat itu hanya satu keinginanku, yaitu andaikata mereka melihat kondisiku yang waktu itu sedang dalam kondisi yang buruk mereka bisa memahamiku sebagai seseorang sedang yang belajar “berdiri“, punya banyak kelemahan…sehingga kadang jatuh, kadang berjalan sedikit miring (red:tidak berada pada jalan yang lurus).
Lama setelah mengirim email itu. Kusadari bahwa saya sedang melemahkan diriku sendiri dengan berkata-kata seperti itu. Kenapa saya harus menuntut orang lain untuk memahi perbuatan-perbuatan yang tidak baik yang telah kulakukan..!!! Harusnya saya dengan berani menerima semua akibat dari kesalahan-kesalahan yang kuperbuat. Entah itu dijauhi oleh teman-teman dekat, dihina, dicaci, dimaki..atau yang lainya. Apapun bentuk respon yang muncul seharusnya saya bisa lebih berjiwa ksatria yang berani menerima resiko apapun dari apa-apa yang sudah diperbuat.
Semoga tidak terulang lagi. Amiin.
buah keikhlasan..!!
Kawan, pernahkah kamu merasakan seorang yang jasadnya sudah tidak didunia lagi tapi Ia serasa masih hidup ?
Saat bulan puasa kemarin saya lagi seneng-senangnya tarawih keliling, tarawih tidak menetap pada satu masjid. Tentu saja yang saya maksud bukan 4 rakaat di Masjid Al-Ikhlas terus sambung lagi 4 rakaat lagi di Masjid An-Nur dan witirnya di Masjid Babusalam. Tapi sebisanya cari Masjid yang berbeda dari malam sebelumnya. Apalagi kalau datang ke Masjidnya pas buka..hehehe lumayan dapet ta’jil gratis..kalau lag beruntung bisa dapet nasi padang lho…!!!
)
Cerita menariknya adalah ketika tarawih di Masjid Agung Al-Azhar, sesuai tarawih iseng pengen baca Tafsir Al-Azhar buah karya dari guru besar Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah atau yang lebih dikenal dangan Buya Hamka. Dilembaran-lembaran awal Tafsir tersebut saya melihat tulisan yang luar biasa, seperti apa tulisannya..saya tak ingat lagi..anda bisa membacanya di Masjid Al-Azhar di Jakarta. Kawan, lewat tulisan itu baru kurasakan sesuatu yang luar biasa. Lewat tulisan itu kutemukan sosok yang jasadnya tak lagi ada didunia tapi Ia rasa-rasanya masih tetap HIDUP. Inikah buah dari keikhlasan seorang hamba untuk taat kepada Tuhannya..?!!! hidup dan matinya..bulat hanya dipersembahkan kepada ALLAH. Ia akan terus hidup walaupun saat jasadnya sudah terbujur kaku dikubur.

Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah
kata-kata hikmah
Ada banyak jalan menuju roma..!! ^_^
Belakangan ini udah malas buat update blog..semangat nulisanya lagi pergi entah kemana. Eh ternyata dikasih jalan juga. Kemarin dapat amanah dari seorang sahabat untuk membantunya mencarikannnya kata-kata yang “keren” buat ditaruh dilembaran Laporan Tugas Akhir. So..”gara-gara” amanah itu akhirnya bisa nulis diblog lagi
Kata-kata ini saya ambil dari buku AL-HIKAM. Dan ini adalah salah satu dari sekian banyak untaian mutiara dari seorang Imam Ibn’ Atha’illah yang saya kagumi.
Tapi cocok ga ya buat ditaruh di Laporan Tugas Akhir ???
Bagaimana hati dapat bersinar sementara gambar dunia tertulis dalam cerminnya ? atau. Bagaimana hati bisa berangkat menuju ALLAH kalau ia masih terbelenggu oleh syahwatnya ?, atau bagaimana hati akan antusias mengahadap ke hadirat ALLAH bila belum suci dari “janabah” kelalaiannya ? atau, bagaimana hati mampu memahami kedalaman misteri gaib padahal ia belum bertobat dari kesalahannya ?
Penjelasan :
Hati laksana cermin. Ia memantulkan apa yang dihadapi dan diinginkannnya. Cermin itu tertarik pada apa yang diinginkannya dan menolok apa yang dihindarinya. Bila hati ikhlas mengahadapi cahaya Ilahi, maka ia memantulkan kebenaran yang mendalam, dan bila hati menghadapi dunia yang penuh perubahan dan perselisihan, maka ia memantulkan godaan dan realitas yang fana. Hati tidak bisa tercerahkan oleh penglihatan batin rohani jika ia tertutup dan ternodai oleh hasrat, nafsu, dan keinginan. Hati harus dipersembahkan semata-mata untuk tujuan awal, yakni jalan tauhid absolute. ALLAH-lah Tuhan Yang Maha Esa.
note :
@untuk sahabat yg mengamanahi
kalau ingin diganti sama yang lain kabari secepatnya ya..!!
sederhana tapi penuh cinta
Meskipun bentuknya nampak begitu sederhana, kalau dilakukan dengan cinta hasilnya akan bernilai tinggi. Kalau yang nampak sederhana itu adalah sebuah tingkah laku maka saya yakin bahwa anda akan selalu mengingatnya. Dan adalah ibuku melakukannya untuk ku, sederhana tapi penuh cinta. Menyenangkan saat mengingatnya. Rasanya ingin sekali bisa terulang lagi.
Walaupun saat itu saya sudah duduk dibangku SMU, ibu masih saja mau memotongi kuku-kuku ku yang sudah nampak panjang dan kotor. Kebanyakan, ibuku melakukannya saat saya sedang pulas tidur. Terkadang saya terbangun sebentar dan melihat ibuku sedang memotongi kuku kakiku lalu berlanjut ke kuku tanganku. Hanya memotong kuku kawan..!! terlalu sepele dan sederhana sekali. Tapi begitulah, kalau sudah bercampur dengan cinta didalamnya jadilah semua begitu membahagiakan dan terpatri dalam ingatku.
Bu..apa kabarmu disana ??
Lama kita tak bertatap muka, hanya suaramu yang bisa kudengar.
Ku rindu padamu bu..!!
Do’a ku untuk mu dalam setiap sujud malamku
yuyu, my sister..!!
Galuh Windawati nama lengkapnya, tapi sedari dulu keluargaku memanggilnya dengan panggilan : Yuyu. Galuh Windawati dan Yuyu..hemm tak ada kaitannya sama sekali ya..!!! tapi begitulah kami sekeluarga memanggilnya dan saya harap anda tak menanyakan mengapa nama panggilannya seperti itu. Saya tak tahu mengapa karena memang tidak pernah saya tanyakan soal nama itu ke orang tua ku.
Yuyu itu adikku. Dia adalah satu-satunya anak perempuan dikeluargaku. Sama seperti saudara-saudarnya yang lain ia dilahirkan di Luwuk, Sulawesi Tengah. Dan sekarang tak terasa ia sudah berusia 19 tahun, sedang menyelesaikan kuliah D3-nya di Kampus Ariyanti Bandung, juga sedang berjuang untuk menggapai cita-citanya tentunya.
Hehehe..lucu juga kalau ingat waktu dulu ketika ia masih kecil, ia selalu berteriak “gataaalll” saat bapak mengayunkan sedikit pukulan kasih sayang padanya sebagai hukuman karena kesalahannya. Dan ternyata cara ini manjur juga untuk meloloskannya dari hukuman itu (wahh..kenapa kami kakak-kakaknya tak bisa sepintar dia ya ? ^_^). Dan sekarang ia jauh lebih pintar loh..!!! IP nya dikampus sangat bagus (wah saya jadi malu nii..bisa kalah sama adik
).
Sebagai seorang kakak, saat ini apa yang paling kamu harapkan dari adikmu itu ?? andai ada pertanyaan seperti itu saya akan menjawab : saya ingin sekali agar ia istiqomah untuk shalat 5 waktu dan bisa tampil cantik dengan memakai jilbab. Itu adalah harapan terbesarku saat ini. Saya sangat sayang padanya. Saya ingin ia bisa meraih sukses tidak hanya didunia tapi juga diakhirat kelak. Dan semoga ia menjadi kebanggan bagi keluarganya, tak hanya bagi orang tuanya tapi juga kakak-kakaknya.
Jauh didalam hatiku, saya ingin meminta maaf padanya karena selama ini jarang sekali memperhatikannya, terlebih lagi saat saya merantau ke pulau jawa untuk kuliah, jarang sekali saya berkomukasi dengannya. Semoga ia bisa memaafkan kesalahanku ini.
to galuh : Salam sayang selalu dari kakakmu. ^_^