05
Oct
09

nasehat untuk diri

Tuhan itu sudah memberikan petunjunjuk jalan kebenaran.
Ujung perjalannna adalah sebuah kemenangan yang besar dunia-akhirat.
Sebesar apapun gelombang ujian yang datang tak akan pernah mengubah hasil akhir
andaikata selalu berpegang pada tali kebenaran, KEMENANGAN akan menjadi milik kita.
Latilah dirimu untuk menyikapi segala macam bentuk respon dari siapapun atas sikap yang telah kita perbuat,
baik yang berupa perkataan ataupun perbuatan dengan cara-cara yang ihsan menurut apa yang diperintahkan Tuhan.
Baik buruknya respon tidak akan mengurangi nilai kebaikan dari sikap mulia kita.
Jangan pernah memperlakukan Tuhan seperti mitra dagang. Saat kita merasa telah banyak beribadah maka selayaknya
Tuhan memberikan imbalan atas semua ibadah yang kita lakukan itu dan menolak ujian penderitaan dari Tuhan karena
merasa tidak selayaknya penderitaan itu datang kerana sudah banyaknya ibadah yang dilakukan.
Menikah itu adalah sedekah, maka jangan pernah banyak berharap untuk dicintai oleh pasangan tapi fokuslah
untuk memberi sebanyak-banyaknya cinta karena dirimu ingin membahagiakannya. Terutama agar ia bisa menjadi
seorang hamba yang mencintai Tuhannya.
Goresan hitam mungkin sudah menghiasi lembaran-lembaran perjalanan hidup. Tak ada perbuatan sekecil apapun kecuali ada balasannya.
Perbuatan baik dibalas dengan kebaikan dan sebaliknya perbuatan buruk akan dibalas dengan keburukan. Maka bersabarlah dengan segalah
penderitaan karena itu mungkin adalah akibat dari perbuatan buruk masa lalu kita. Terimalah dengan hati yang lapang.
  1. Tuhan itu sudah memberikan petunjuk jalan kebenaran. Ujung perjalannya adalah sebuah kemenangan yang besar dunia-akhirat. Sebesar apapun gelombang ujian yang datang tak akan pernah mengubah hasil akhir andaikata selalu berpegang pada tali kebenaran, KEMENANGAN akan menjadi milik kita.
  2. Latilah dirimu untuk menyikapi segala macam bentuk respon dari siapapun atas sikap yang telah kita perbuat, baik yang berupa perkataan ataupun perbuatan dengan cara-cara yang ihsan menurut apa yang diperintahkan Tuhan. Baik buruknya respon tidak akan mengurangi nilai kebaikan dari sikap mulia kita.
  3. Jangan pernah memperlakukan Tuhan seperti mitra dagang. Saat kita merasa telah banyak beribadah maka selayaknya Tuhan memberikan imbalan atas semua ibadah yang kita lakukan itu dan menolak ujian penderitaan dari Tuhan karena merasa tidak selayaknya penderitaan itu datang kerana sudah banyaknya ibadah yang dilakukan.
  4. Menikah itu adalah sedekah, maka jangan pernah banyak berharap untuk dicintai oleh pasangan tapi fokuslah untuk memberi sebanyak-banyaknya cinta karena dirimu ingin membahagiakannya. Terutama agar ia bisa menjadi seorang hamba yang mencintai Tuhannya.
  5. Goresan hitam mungkin sudah menghiasi lembaran-lembaran perjalanan hidup. Tak ada perbuatan sekecil apapun kecuali ada balasannya. Perbuatan baik dibalas dengan kebaikan dan sebaliknya perbuatan buruk akan dibalas dengan keburukan. Maka bersabarlah dengan segalah penderitaan karena itu mungkin adalah akibat dari perbuatan buruk masa lalu kita. Terimalah dengan hati yang lapang.
05
Oct
09

untuk bidadari ku..^_^

Cinta selalu menghadirkan sejuta puisi kebahagiaan.
Tak pernah ada lukisan yang bertemakan keluhan karena semua goresan adalah goresan pengorbanan.
Tidak sekedar pelukan hangat yang tersaji tetapi sebuah pohon kasih sayang yang selalu penuh dengan buah ketulusan untuk memberi yang terbaik.
Dan istriku menghadirkan itu semua untuk ku.
Terimakasih sayang, semoga engkau menjadi bidadari di surgaNYA kelak.
Cinta menghadirkan sejuta puisi kebahagiaan.

15
Sep
09

back to home..!!

Alhamdulillah bisa ke sini lagi..!! Lama ga nulis euy. Ga ada bahan atau malas ??? lebih ke malasnya sih sebetulnya.

Woke deh kalau soal malas mah itu urusannya kudu diri sendiri yang harus nge-lawan. Gimana kalau soal ide buat nulis..?? nih dia yang kadang bikin blog nya lama nganggur..ujung malah ga ke urus. Gimana ya biar punya banyak ide untuk jadi bahan tulisan..?? kalau menurut Jonru disalah satu tulisannya. Supaya otak kita semakin sering mengeluarkan ide-ide cemeralang…yaa harus membiasakan diri untuk menulis. Dan ini bisa membuat tulisan kita semakin baik. Begitu menurut beliau. Sederhannya adalah “Tulislah apa saja yang bisa ditulis”.

So….mari menulis lagi..!!! ^_^….semangattt..!!

ikut kata jonru Tulislah apa saja yang bisa ditulis.

14
May
09

takutku dan perkataan yang melemahkan

futur

futur

Saat kuliah, Alhamdulillah, ALLAH ngasih nikmat yang luar biasa. Salah satunya adalah punya sahabat-sahabat yang baik. Kalau boleh ku katakan : bersama merekalah saya mengenal sebuah arti persahabatan. Saya banyak belajar dari mereka. Senang rasanya punya sahabat-sahabat seperti mereka.

Suatu saat, setelah hampir dua tahun lulus kuliah, dengan berbagai macam episode kehidupan yang dijalani, kondisi imanku pada kondisi benar-benar hancur. Waktu itu saya serasa tak lagi mengenal diri sendiri…terlalu banyak yang berubah. Banyak sekali. Dan entah kenapa tiba-tiba saja ada persaan takut yang hadir. Takut kalau-kalau sahabat-sahabatku mungkin tak bisa menerima kondisiku dengan kehidupan yang saat itu sangat berantakan dan mungkin mereka akan menjauhiku. “Mungkin saya akan kehilangan sahabat-sahabat ku waktu kuliah dulu”..itu yang ku pikirkan. Singkat cerita terkirimlah email permintaan maaf dari ku ke sahabat-sahabat ku lewat milis kelas. Isinya :

Berdasarkan beberapa pertimbangan. walaupun rasa-rasanya sedikit kelihatan aneh.
Dengan ini saya wendi gunawan ingin memohon maaf lahir & batin kalau selama kebersamaan kita ada yang pernah tersakiti baik disengaja ataupun tidak.
Dan saya juga memohon dengan sangat kepada sabahat-sahabat untuk mau mengikhlaskannya.Kalau ada hutang yang belum saya lunasi tolong saya diingatkan.

Ada beberapa reply dari teman-teman waktu itu. Diantaranya bertanya kenapa isi email seperti diatas. Dan sayapun menjawabnya :

Semua orang ingin sekali menjadi orang yang lebih baik dalam kehidupan yang dijalaninya, begitupun saya. Banyak hal yang sudah diketahui melalui ceramah-ceramah,baca buku,nasehat dari orang lain ataupun dalam bentuk yang lainnya  untuk menuju ke arah perbaikan itu. Namun terkadang ilmu yang sudah banyak diketahui itu bisa menjadi sebuah “penjara” tersendiri karena ketidak mampuan untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Bukan kerana tidak mampu tapi tidak pernah mencoba itulah yang menjadi masalahnya. Lalu pertanyaannya kapan harus memulai langkah pertama itu sedangkan umur kian bertambah ??? Dan sekarang teman mu ini sedang belajar untuk mejalani kehidupannya dengan lebih baik.
Saya tidak tahu seberapa lama saya akan konsisten dengan semua perkataan saya ini.
Mungkin suatu saat saya akan jatuh lagi, dan saat jatuh itu sejujurnya saya  sangat berharap kepada teman-teman semua untuk melihat saya sebagai orang yang sedang belajar “berjalan” untuk terus menjadi lebih baik bukan seseorang yang tidak konsisten dengan perkataannya (baca :perkataan tidak sesuai perbuatan).

Mudah-mudahan ini bisa menjawab pertanyaan sebagian dari teman-teman.

Doa ku untuk kesuksesan teman-teman.
wassalam.

Kenapa bunyi emailnya seperti diatas ? Saat itu hanya satu keinginanku, yaitu andaikata mereka  melihat kondisiku yang waktu itu sedang dalam kondisi yang buruk mereka bisa memahamiku sebagai seseorang sedang yang belajar “berdiri“, punya banyak kelemahan…sehingga kadang jatuh, kadang berjalan sedikit miring (red:tidak berada pada jalan yang lurus).

Lama setelah mengirim email itu. Kusadari bahwa saya sedang melemahkan diriku sendiri dengan berkata-kata seperti itu. Kenapa saya harus  menuntut orang lain untuk memahi perbuatan-perbuatan yang tidak baik yang telah kulakukan..!!! Harusnya saya  dengan berani menerima semua akibat dari kesalahan-kesalahan yang kuperbuat. Entah itu dijauhi oleh teman-teman dekat, dihina, dicaci, dimaki..atau yang lainya. Apapun bentuk respon yang muncul seharusnya saya bisa lebih berjiwa ksatria yang berani menerima resiko apapun dari apa-apa yang sudah diperbuat.

Semoga tidak terulang lagi. Amiin.

Makanya bunyi emailnya seperti itu.
13
May
09

buah keikhlasan..!!

Kawan, pernahkah kamu merasakan seorang yang jasadnya sudah tidak didunia lagi tapi Ia serasa masih hidup ?

Saat bulan puasa kemarin saya lagi seneng-senangnya tarawih keliling, tarawih tidak menetap pada satu masjid. Tentu saja yang saya maksud bukan 4 rakaat di Masjid Al-Ikhlas terus sambung lagi 4 rakaat lagi di Masjid An-Nur dan witirnya di Masjid Babusalam. Tapi sebisanya cari Masjid yang berbeda dari malam sebelumnya. Apalagi kalau datang ke Masjidnya pas buka..hehehe lumayan dapet ta’jil gratis..kalau lag beruntung bisa dapet nasi padang lho…!!! ;) )

Cerita menariknya adalah ketika tarawih di Masjid Agung Al-Azhar, sesuai tarawih iseng pengen baca Tafsir Al-Azhar buah karya dari guru besar Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah atau yang lebih dikenal dangan Buya Hamka. Dilembaran-lembaran awal Tafsir tersebut saya melihat tulisan yang luar biasa, seperti apa tulisannya..saya tak ingat lagi..anda bisa membacanya di Masjid Al-Azhar di Jakarta. Kawan, lewat tulisan itu baru kurasakan sesuatu yang luar biasa. Lewat tulisan itu kutemukan sosok yang jasadnya tak lagi ada didunia tapi Ia rasa-rasanya masih tetap HIDUP. Inikah buah dari keikhlasan seorang hamba untuk taat kepada Tuhannya..?!!! hidup dan matinya..bulat hanya dipersembahkan kepada ALLAH. Ia akan terus hidup walaupun saat jasadnya sudah terbujur kaku dikubur.

Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah

Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah

27
Apr
09

kata-kata hikmah

Ada banyak jalan menuju roma..!! ^_^
Belakangan ini udah malas buat update blog..semangat nulisanya lagi pergi entah kemana. Eh ternyata dikasih jalan juga. Kemarin dapat amanah dari seorang sahabat untuk membantunya mencarikannnya kata-kata yang “keren” buat ditaruh dilembaran Laporan Tugas Akhir. So..”gara-gara” amanah itu akhirnya bisa nulis diblog lagi :D

Kata-kata ini saya ambil dari buku AL-HIKAM.  Dan ini adalah salah satu dari sekian banyak untaian mutiara dari seorang Imam Ibn’ Atha’illah yang saya kagumi.

Tapi cocok ga ya buat ditaruh di Laporan Tugas Akhir ??? :D

buku_alhikam3Bagaimana hati dapat bersinar sementara gambar dunia tertulis dalam cerminnya ? atau. Bagaimana hati bisa berangkat menuju ALLAH kalau ia masih terbelenggu oleh syahwatnya ?, atau bagaimana hati akan antusias mengahadap ke hadirat ALLAH bila belum suci dari “janabah” kelalaiannya ? atau, bagaimana hati mampu memahami kedalaman misteri gaib padahal ia belum bertobat dari kesalahannya ?

Penjelasan :
Hati laksana cermin. Ia memantulkan apa yang dihadapi dan diinginkannnya. Cermin itu tertarik pada apa yang diinginkannya dan menolok apa yang dihindarinya. Bila hati ikhlas mengahadapi cahaya Ilahi, maka ia memantulkan kebenaran yang mendalam, dan bila hati menghadapi dunia yang penuh perubahan dan perselisihan, maka ia memantulkan godaan dan realitas yang fana. Hati tidak bisa tercerahkan oleh penglihatan batin rohani jika ia tertutup dan ternodai oleh hasrat, nafsu, dan keinginan. Hati harus dipersembahkan semata-mata untuk tujuan awal, yakni jalan tauhid absolute. ALLAH-lah Tuhan Yang Maha Esa.

note :
@untuk sahabat yg mengamanahi
kalau ingin diganti sama yang lain kabari secepatnya ya..!!

07
Feb
09

sederhana tapi penuh cinta

Meskipun bentuknya nampak begitu sederhana, kalau dilakukan dengan cinta hasilnya akan bernilai tinggi. Kalau yang nampak sederhana itu adalah sebuah tingkah laku maka saya yakin bahwa anda akan selalu mengingatnya. Dan adalah ibuku melakukannya untuk ku, sederhana tapi penuh cinta. Menyenangkan saat mengingatnya. Rasanya ingin sekali bisa terulang lagi.

Walaupun saat itu saya sudah duduk dibangku SMU, ibu masih saja mau memotongi kuku-kuku ku yang sudah nampak panjang dan kotor. Kebanyakan,  ibuku melakukannya saat saya sedang pulas tidur. Terkadang saya terbangun sebentar dan melihat ibuku sedang memotongi kuku kakiku lalu berlanjut ke kuku tanganku. Hanya memotong kuku kawan..!! terlalu sepele dan sederhana sekali. Tapi begitulah, kalau sudah bercampur dengan cinta didalamnya jadilah semua begitu membahagiakan dan terpatri dalam ingatku.

Bu..apa kabarmu disana ??
Lama kita tak bertatap muka, hanya suaramu yang bisa kudengar.
Ku rindu padamu bu..!!
Do’a ku untuk mu dalam setiap sujud malamku

25
Jan
09

yuyu, my sister..!!

Galuh Windawati nama lengkapnya, tapi sedari dulu keluargaku memanggilnya dengan panggilan : Yuyu. Galuh Windawati dan Yuyu..hemm tak ada kaitannya sama sekali ya..!!! tapi begitulah kami sekeluarga memanggilnya dan saya harap anda tak menanyakan mengapa nama panggilannya  seperti itu. Saya tak tahu mengapa karena memang tidak pernah saya tanyakan soal nama itu ke orang tua ku.

Yuyu itu adikku. Dia adalah satu-satunya anak perempuan dikeluargaku. Sama seperti saudara-saudarnya yang lain ia dilahirkan di Luwuk, Sulawesi Tengah. Dan sekarang tak terasa ia sudah berusia 19 tahun, sedang menyelesaikan kuliah D3-nya di Kampus Ariyanti Bandung, juga sedang berjuang untuk menggapai cita-citanya tentunya.

Hehehe..lucu juga kalau ingat waktu dulu ketika ia masih kecil, ia selalu berteriak “gataaalll” saat bapak mengayunkan sedikit pukulan kasih sayang padanya sebagai hukuman karena kesalahannya. Dan ternyata cara ini manjur juga untuk meloloskannya dari hukuman itu (wahh..kenapa kami kakak-kakaknya tak bisa sepintar dia ya ? ^_^). Dan sekarang ia jauh lebih pintar loh..!!! IP nya dikampus sangat bagus (wah saya jadi malu nii..bisa kalah sama adik :D ).

Sebagai seorang kakak, saat ini apa yang paling kamu harapkan dari adikmu itu ?? andai ada pertanyaan seperti itu saya akan menjawab : saya ingin sekali agar ia istiqomah untuk shalat 5 waktu dan bisa tampil cantik dengan memakai jilbab. Itu adalah harapan terbesarku saat ini. Saya sangat sayang padanya. Saya ingin ia bisa meraih sukses tidak hanya didunia tapi juga diakhirat kelak. Dan semoga ia menjadi kebanggan bagi keluarganya, tak hanya bagi orang tuanya tapi juga kakak-kakaknya.

Jauh didalam hatiku, saya ingin meminta maaf padanya karena selama ini jarang sekali memperhatikannya, terlebih lagi saat saya merantau ke pulau jawa untuk kuliah, jarang sekali saya berkomukasi dengannya. Semoga ia bisa memaafkan kesalahanku ini.

to galuh : Salam sayang selalu dari kakakmu. ^_^

18
Dec
08

jagoan metematika

Tak ada teman yang kuanggap sebagai saingan dalam pelajaran matematika waktu duduk dibangku SMU kecuali teman yang satu ini. Ia teman akrabku. Potongan rambutnya bertemakan speed persis seperti rambut Jet Li ditambah sedikit jambul dibagian depan. Tubuhnya tak lebih tinggi dari saya. Kalau izin keluar kelas saat jam belajar sedang berlangsung hampir selalu dengan gaya uniknya : sedikit membungkuk, tangan kanannya diangat tak terlalu tinggi dengan hanya jari telunjuknya yang berdiri, dan tangan kirinya memegang perut, mirip orang yang sedang sakit perutnya karena kebelet buang air besar. Alasannya mungkin lebih karena agar tak ada lagi pertanyaan dari guru soal kenapa dia keluar kelas.  Dan Kalau mengerjakan tugas dari guru dipapan tulis lagi-lagi ia punya gaya unik lainnya : tangan kiri selalu dibelakang mirip posisi tangan saat kondisi istirahat pada kegiatan baris berbaris, dan raut wajah yang seolah-olah mengatakan dialah yang ahli untuk tugas itu.  Dan kami, teman sekelasnya akrab memanggilnya dengan nama Andi, itu nama panggilannya.

Matematika, barangkali tak ada mata pelajaran yang lebih menarik selain pelajaran yang satu itu baginya. Serupa dengan saya ini, terlalu sangat menyukai angka-angka. Maka jadilah kami dua orang  pecinta matematikaku yang saling beradu. Saya tak akan pernah sudih kalau nilai matematika lebih rendah dibanding dengannya. Dan Andi, ia tentu saja tak akan mau menerima kenyataan pahit kalau nilai matematikanya lebih rendah dariku.

Pada akhirnya harus ku akui bahwa ia memang punya kemampuan yang lebih baik dariku soal mata pelajaran yang penuh dengan angka-angka ini. Bahkan ia adalah murid kesayangan guru matematika di kelas. Dan kabar terakhir yang ku dengar kalau Andi adalah pemegang nilai tertinggi saat ujian EBTANAS seangkatanku, walaupun kabar ini belum kupastikan kebenarannya karena saya harus segera berangkat ke Bandung.

16
Dec
08

panggilan “abang”

Sungguh luar biasa kekuatan ketekunan itu, karena sesungguhnya perubahan kecil yang dilakukan secara terus menerus ternyata akan menghasilkan perubahan yang sangat besar. Tak heran memang jika batu besar yang keras  nan sombong itu bisa hancur lebur hanya oleh tetesan air yang mengenainya terus menerus. Dan karena kekuatan itu pula nama panggilan “abang” tersandang pada ku waktu kuliah dulu.

Entah untuk alasan apa saya menolak untuk dipanggil “abang”, yang pasti telingaku ini tak senang jika mendengar panggilan “bang wendi”.  Walaupun sebetulnya adalah wajar jika saya menyandang nama panggilan itu karena dikelas sayalah anak tertua. :D

Namanya Heru, lengkapnya Heru Haryadi. Salah satu sabahat terbaikku waktu kuliah. Dialah tokoh utamanya, pemilik ketekunan yang tak bosan memanggilku dengan sebutan “abang”. Telinganya itu sudah tak dapat mendengar dengan baik. Lihat saja kelakuannya ini : “abaangg..!!!” masih saja dia memanggilku dengan nama itu padahal sudah berulang kali ku melarangnya. Mungkin telinganya itu sudah harus diperiksakan ke dokter ahli THT karena sama sekali tak bisa mendengar lagi.

Seperti yang sudah kubilang kalau ketekunan itu sungguh luar biasa kekuatannya. Akhirnya tanpa sadar saya sudah akrab dengan panggilan “abang”. Sampai-sampai tak kuingat lagi sejak kapan kumulai menerima panggilan yang awalnya sangat kutentang itu.

Ah tapi syukurlah hanya dipanggil “abang” karena apa jadinya kalau waktu itu Heru tekun memanggilku dengan panggilan “kakek” ato “mbah” ??? ampuuuunn..!!