Archive for August, 2008

13
Aug
08

alasan kenapa saya harus berhenti merokok

Pernah bersahabat dengan yang namanya rokok ?? sejak kapan ?? lalu untuk alasan apa anda tidak lagi berhubungan dengannya ??

Saya termasuk orang yang dulunya senang dengan yang namanya rokok. Itu dimulai sejak saya mulai duduk dibangku SMU. Hampir setiap kali ngumpul bareng teman-teman, rokok tidak pernah ketinggalan untuk ikut menemani baik itu waktu belajar ataupun hanya sekedar ngobrol saja. Paling tidak rokok bisa menjadi teman yang oke kalau lagi sendirian menurut ku waktu itu. Kalau tidak ada rokok yang menemani mungkin seperti kata pepatah : bak sayur tanpa garam (huahahaha..berlebihan..boong nii :D )

Selama 3 tahun di SMU saya menjalani kehidupan bersama rokok. Tidak ada sama sekali rasa bersalah padahal uang untuk beli rokok kan dari orang tua ( hiks3 ). Bahkan sampai lulus SMU pun kebiasaan merekok masih berlanjut.

Tahun 2002, selepas lulus SMU saya ke bandung dengan maksud untuk melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. Namun pada tahun itu saya harus nganggur (baca:tidak kuliah) selama 1 tahun karena tidak lulus di SPMB dan juga ujian di STT Telkom Bandung.

Saya tidak begitu mengingat secara detail kapan kejadiannya, yang saya ingat hanya waktu itu hari kamis semasa nganggur setahun itu , teman se-SMU bersama kakaknya mengajak saya untuk mengikuti kajian di masjid Daarut Tauhid (DT) Bandung. Mulai saat itu saya jadi senang ikut kajian disana. Lewat kajian-kajian itulah saya mendapatkan nasehat-nasehat agama yang banyak membantu saya untuk menghilangkan kebiasaan merokok saya.

Setiap ada keinginan untuk merokok ada saja bisikan-bisikan hati yang mengingatkan untuk tidak meneruskan keinginan itu. Kalaupun rokok sudah terbeli bisikan-bisakan hati itu masih saja kuat untuk mendorong agar segera menghentikan kebiasaan saya itu, dan segera saya akan mematahkan batangan-batangan rokok yang ada ditangan ataupun disaku saya saat itu juga.

Pada akhirnya, sekarang, Alhamdulillah saya benar-benar telah menghentikan kebiasan merokok saya itu. Kurang lebih sudah 5 tahun saya istiqomah untuk tidak merokok. Dan saya pun menemukan alasan yang cukup kenapa saya harus berhenti merokok.

Pertama, Suka takut kalau-kalau saya sudah menjadikan rokok itu sebagai tuhan ke-2 saya setelah ALLAH. Kalau sudah banyak masalah terkadang rokok dijadikan semacam alat untuk menenangkan diri, penghilang stress, lalu dikemanakan ALLAH ?? padahal tidaklah ketenangan itu hadir dalam diri kecuali hanya dengan mengingat-NYA. Apalagi kadang suka ngebayangin gimana kalau saat sedang ngerokok eh tau-tau malaikat maut udah didepan mata..wah meninggalnya ngga keren banget dech..ia ga ???. Kedua. keinginan saya untuk bisa menjadi teladan yang baik bagi istri dan anak-anak saya kelak. Apa jadinya jika saya mencontohkan kepada keluarga saya prilaku merokok yang menurut saya tidak layak untuk dicontohkan, mungkin anak-anak saya bisa nge-ganja kali ya. Dan tidak ada alasan bagi saya untuk membiarkan istri dan anak-anak saya untuk menghisap asap beracun yang dikeluarkan oleh rokok yang tentu saja bisa membahayakan mereka. Ketiga, saya ingin seperti orang-orang sukses itu, ya..meraih sukses yang hakiki..sukses dunia dan sukses akhirat, tapi bagimana mungkin harapan itu bisa terwujud kalau dengan rokok saja saya sudah kalah, terpenjara oleh sebatang rokok (hihihi klo yg alasan ke-3 sebenarnya tu nyontek dari salah 1 ceramahnya aa gym).

sebagai penutup penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kata-kata yang kurang berkenan dihati pembaca.

wassalam

07
Aug
08

matematika dan programming

Sudah semenjak SD saya sangat menyukai pelajaran matematika. Bermain dengan angka – angka adalah sesuatu yang amat menyenangkan. Tidak perlu banyak menghafal seperti halnya pelajaran sejarah.

Ketika berhadapan dengan soal matematika saya layaknya detektif (sok ngerasa :D ) yang sedang memecahkan sebuah “teka-teki” kasus dan itu adalah sesuatu hal yang menarik dan menantang menurut ku.

Kalau ditanya kenapa menyukai matematika mungkin jawaban yang pertama kali keluar adalah karena saya memang tidak terlalu menyenangi pelajaran yang banyak menghafal (tidak ilmiah banget ya.!!)).

Dan sekarang saya juga sangat menyukai dengan yang namanya “programming”. Serupa dengan matematika tidak perlu banyak menghafal dan yang lebih menarik lagi adalah “teka-teki” kasusnya harus dipecahkan menggunakan kode-kode “aneh” yang mungkin sukar dipahami oleh sebagian orang yang memang belum paham arti dari kode-kode tersebut.

Berbeda dengan matematika, programming telah menjadi pilihan bagi saya sebagai tempat untuk berkarya yang mudah-mudahan bisa manfaat untuk orang banyak (do’a kan ya :) )