09
Dec
08

kebiasaan membawa sisir

Adakah sangkut pautnya dengan ayah ?

Wajar jika saya memiliki bibir yang tebal sebab ayahku pun seperti itu. Wajar juga bila hidungku ini mancungnya kedalam sebab ibuku pun seperti itu. Tapi bagaimana dengan kebiasaanku membawa sisir ?

Samar ingatku kalau ayah sering membawa sisir setiap kali bepergian. Tapi sebulan yang lalu, saat mampir disebuah rumah makan, usai mengantar ibu ke Bandara Soekarno-Hatta, ia sibuk mencari sesuatu disaku baju dan celananya sampai akhirnya ku tahu kalau tenyata ia sedang mencari sisirnya. Sisirnya itu mungkin ketinggalan di rumah di Cianjur. Baru Setelah itu jelas ingatku kalau ayah sejak dulu memang sering membawa sisir yang biasanya ditaruh disaku bagian belakang celananya.

Dan saya, punya kebiasaan membawa sisir seperti ayahku semenjak kuliah. Awalnya sebetulnya karena dulu saat kuliah, rambut saya yang sedikit panjang sering berantakan usai mengambil wudhu. Mulai dari situ setiap kali saya bepergian, kemanapun itu, sisir tak lupa untuk disertakan.

Entahlah apakah kebiasaan ini turun dari ayahku atau tidak yang jelas beberapa teman sering menertawai, kata mereka : “mirip bapak-bapak”.


2 Responses to “kebiasaan membawa sisir”


  1. 15/12/2008 at 00:08

    Hehehe..ada benarnya juga, sifat+kebiasaan orang tua memang bisa diwariskan ke anaknya (katanya siy). Ya semoga aja sifat yang baik-baik yang diwariskan ke anak, termasuk bawa sisir baik ga ya? :D

  2. 15/12/2008 at 17:19

    @aila
    oww tentu saja baik..kan biar tampil lebih otre :D


Leave a Reply