10
Dec
08

baca novel itu ternyata…??

Beginilah seseorang kalau sudah menyenangi sesuatu. Senang sekali ia membicarakannya. Tak jenuh ia mengulang-ngulangnya. Berhentinya nanti kalau ia bosan sendiri.

Tak se-tertarik seperti sekarang. Dulu sewaktu kuliah, novel adalah jenis bacaan yang tak begitu saya senangi. Bukan apa-apa tapi bukunya yang tebal sudah melunturkan semangat baca. Kalau anda pernah melihat rupa orang yang tidak cukup sabar untuk menuggu akhir cerita karena diharuskan membaca lembar demi lembar yang tidak sedikit jumlahnya, nah seperti itu pula saya.

Ayat-ayat Cinta, saya yakin anda pasti pernah mendengar judul novel itu. Itu adalah novel pertama yang saya baca., tapi tidak semuanya, hanya satu bab saja yang kubaca dari sekian banyak bab yang ada didalamnya padahal seorang teman sangat merekomendasikan novel itu untuk dibaca. Alasannya bukunya terlalu tebal.

Namun titik perubahanpun terjadi , beberapa bulan yang lalu, saat saya berada tempat penjualan buku yang berlokasi tepat didepan Masjid Daarut Tauhid di Geger Kalong Girang, Bandung. Mata saya lama melirik sebuah buku berjudul “Sang Pemimpi” karena bisik hatiku : judulnya gue banget deh!!. Sempat ragu untuk membelinya karena ternyata Sang Pemimpi adalah sebuah novel. Tapi akhirnya terbeli juga buku itu hanya dengan pertimbangan judulnya yang menarik. Dan itu adalah awal mula saya tertarik membaca novel.

Hari jumat 5 Desember kemarin tercatat sudah 3 novel yang berhasil dibaca. 2 novel tambahannya adalah Edensor dan Maryamah Karpov. Dari 3 novel yang sudah dibaca benar adanya kalau ternyata membaca novel itu sungguh menyenangkan, tidak hanya melihat dari isi ceritanya saja tapi ada hal yang lain yang bikin saya terkesan, dan saya bisa dibuat tersenyum kagum karenanya. Adalah kehebatan penggambaran suatu kondisi atau situasi kehidupan nyata kedalam suatu tulisan menggunakan kata-kata yang tak biasa, itulah sisi lain yang paling menarik dari sebuah novel.

Akhirnya mari : memeluk kata-kata kaya makna yang berhamburan pada setiap lembaran-lembaran novel.

novel terakhir dari tetralogi laskar pelangi

novel terakhir dari tetralogi laskar pelangi


2 Responses to “baca novel itu ternyata…??”


  1. 15/12/2008 at 00:13

    Ckckck…hebat dalam waktu < 1 bln sudah 3 novel (tebel2 pula). Sekarang tinggal belajar cara menceritakan kembali ke orang lain hehe…

  2. 2 wendi gunawan
    15/12/2008 at 17:18

    @aila
    :D baca sendiri ya…:P


Leave a Reply