
futur
Saat kuliah, Alhamdulillah, ALLAH ngasih nikmat yang luar biasa. Salah satunya adalah punya sahabat-sahabat yang baik. Kalau boleh ku katakan : bersama merekalah saya mengenal sebuah arti persahabatan. Saya banyak belajar dari mereka. Senang rasanya punya sahabat-sahabat seperti mereka.
Suatu saat, setelah hampir dua tahun lulus kuliah, dengan berbagai macam episode kehidupan yang dijalani, kondisi imanku pada kondisi benar-benar hancur. Waktu itu saya serasa tak lagi mengenal diri sendiri…terlalu banyak yang berubah. Banyak sekali. Dan entah kenapa tiba-tiba saja ada persaan takut yang hadir. Takut kalau-kalau sahabat-sahabatku mungkin tak bisa menerima kondisiku dengan kehidupan yang saat itu sangat berantakan dan mungkin mereka akan menjauhiku. “Mungkin saya akan kehilangan sahabat-sahabat ku waktu kuliah dulu”..itu yang ku pikirkan. Singkat cerita terkirimlah email permintaan maaf dari ku ke sahabat-sahabat ku lewat milis kelas. Isinya :
Berdasarkan beberapa pertimbangan. walaupun rasa-rasanya sedikit kelihatan aneh.
Dengan ini saya wendi gunawan ingin memohon maaf lahir & batin kalau selama kebersamaan kita ada yang pernah tersakiti baik disengaja ataupun tidak.
Dan saya juga memohon dengan sangat kepada sabahat-sahabat untuk mau mengikhlaskannya.Kalau ada hutang yang belum saya lunasi tolong saya diingatkan.
Ada beberapa reply dari teman-teman waktu itu. Diantaranya bertanya kenapa isi email seperti diatas. Dan sayapun menjawabnya :
Semua orang ingin sekali menjadi orang yang lebih baik dalam kehidupan yang dijalaninya, begitupun saya. Banyak hal yang sudah diketahui melalui ceramah-ceramah,baca buku,nasehat dari orang lain ataupun dalam bentuk yang lainnya untuk menuju ke arah perbaikan itu. Namun terkadang ilmu yang sudah banyak diketahui itu bisa menjadi sebuah “penjara” tersendiri karena ketidak mampuan untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Bukan kerana tidak mampu tapi tidak pernah mencoba itulah yang menjadi masalahnya. Lalu pertanyaannya kapan harus memulai langkah pertama itu sedangkan umur kian bertambah ??? Dan sekarang teman mu ini sedang belajar untuk mejalani kehidupannya dengan lebih baik.
Saya tidak tahu seberapa lama saya akan konsisten dengan semua perkataan saya ini.
Mungkin suatu saat saya akan jatuh lagi, dan saat jatuh itu sejujurnya saya sangat berharap kepada teman-teman semua untuk melihat saya sebagai orang yang sedang belajar “berjalan” untuk terus menjadi lebih baik bukan seseorang yang tidak konsisten dengan perkataannya (baca :perkataan tidak sesuai perbuatan).
Mudah-mudahan ini bisa menjawab pertanyaan sebagian dari teman-teman.
Doa ku untuk kesuksesan teman-teman.
wassalam.
Kenapa bunyi emailnya seperti diatas ? Saat itu hanya satu keinginanku, yaitu andaikata mereka melihat kondisiku yang waktu itu sedang dalam kondisi yang buruk mereka bisa memahamiku sebagai seseorang sedang yang belajar “berdiri“, punya banyak kelemahan…sehingga kadang jatuh, kadang berjalan sedikit miring (red:tidak berada pada jalan yang lurus).
Lama setelah mengirim email itu. Kusadari bahwa saya sedang melemahkan diriku sendiri dengan berkata-kata seperti itu. Kenapa saya harus menuntut orang lain untuk memahi perbuatan-perbuatan yang tidak baik yang telah kulakukan..!!! Harusnya saya dengan berani menerima semua akibat dari kesalahan-kesalahan yang kuperbuat. Entah itu dijauhi oleh teman-teman dekat, dihina, dicaci, dimaki..atau yang lainya. Apapun bentuk respon yang muncul seharusnya saya bisa lebih berjiwa ksatria yang berani menerima resiko apapun dari apa-apa yang sudah diperbuat.
Semoga tidak terulang lagi. Amiin.